Berbuat Baik kepada Bapak  

Posted by Admin in

5/5. Dari Abu Hurairah, dia berkata.

 قِيْلَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ مَن أَبَرُّ؟ قَالَ: أَمَّكَ، قاَلَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمَّكَ،[ثُمَّ عَادَ الرَّابِعَةَ فَ] قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أَبَاكَ.

Ditanyakan (kepada Rasulullah), "Wahai Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam! Siapa yang harus aku perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu" Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah menjawab, "Ibumu" Lalu dia bertanya, "Lalu siapa?" Pertanyaan ini diulanginya hingga empat kali, dan Rasulullah menjawab, "Ayahmu".

Shahih, dalam kitab Al Irwa (837), Adh-Dha'ifah (4992), (Bukhari, 78 Kitabul Adab, 2. Bab Man Ahaqqun-Nasi Bihusnish-Shahabah, Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilah wal Adab, hadits 1, 2, dan 3).

Berbuat Baik kepada Ibu  

Posted by Admin in

3/3. Dari Bahaz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, aku berkata,

 يَا رسول الله مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ:ثُمَّ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قُلْتُ:ثُمَّ مَنْ أَبّرُّ؟ قَالَ : أّمَّكَ، قُلْتُ:ثُمَّ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: أَبَاكَ، ثُمَّ اْلأَقْرَبَ فَاْلأَقْرَبَ

"Wahai Rasulullah! Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu". Saya bertanya lagi, "Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu" Lalu saya bertanya, "Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu". Saya bertanya, "Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?." Rasulullah menjawab, "Bapakmu, kemudian kerabat yang terdekat, lalu kerabat yang terdekat."

Hasan, di dalam kitab Al Inva (2232, 829), dan di dalam (Sunan Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wa Ash-Shilat, 1- Bab Ma Ja'a fi Birril-Walidain).



4/4. Dari Ibnu Abbas,

٤/٤ أَنَّهُ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: إِنِّى خَطَبْتُ امْرَأَةٌ فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَنِي، وَخَطَبَهَا غَيْرِى فَأَحَبَّتْ أَنْ تَنْكِحَهُ، فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا، فَهَلْ لِي مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ: أُمُّكَ حَيَّةٌ؟ قَالَ: لاَ، قَالَ: تُبْ إِلىَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَتَقَرَّبْ إِلَيْهِ مَا اسْتَطَعْتَد[قَالَ: عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ:] فَذَهَبْتُ فَسَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ: لِمَ سَأَلْتَهُ عَنْ حَيَاةِ أُمَّهِ؟ فَقَالَ: إِنِّى لاَ أّعْلَمُ عَمَلاً أَقْرَبُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ

Bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata, "Sesungguhnya aku telah meminang seorang wanita, lalu dia enggan untuk menikah denganku. Kemudian dia dipinang oleh orang lain dan dia menikah dengannya. Akhirnya saya cemburu dengan wanita itu, lalu aku membunuhnya. Apakah (masih) ada taubat bagiku?" Ibnu Abbas bertanya, "Ibumu masih hidup?" Dia menjawab, "Tidak." Ibnu Abbas berkata, "Bertaubatlah kepada Allah Azza wa ]alla, dan mendekatlah kepada-Nya semampu kamu." [Atha' bin Yasar berkata] "Kemudian saya menjumpai Ibnu Abbas dan bertanya kepadanya, 'Mengapa engkau bertanya tentang ibunya?7 Ibnu Abbas menjawab, 'Sesungguhnya aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih dekat kepada Allah Azza wa Jalla dari pada berbuat baik kepada Ibu'."

Shahih, dalam kitab Ash-Sshahihah (2799)

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala "Kami perintahkan manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya."  

Posted by Admin in

1/1. Dari Aim Amr Asy-Syaibani, dia berkata, "Pemilik rumah ini meriwayatkan kepadaku -sambil memberikan isyarat dengan tangannya ke rumah Abdullah- dia berkata,

سَأَلْتُ النبي صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ؟ قَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ، قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ ثُمَّ الْجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللهِ قَالَ : فَحَدَّثْنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتّزَدْتُهُ لَزَادَنِى

'Saya bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, "Apakah perbuatan yang paling dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala?." Nabi menjawab, "Shalat pada waktunya". Kemudian saya bertanya lagi, "Lalu apa?." Rasulullah menjawab, 'Kemudian berbuat baik kepada kedua orang tud'. Lalu saya kembali bertanya, "Lalu apa?" Rasulullah menjawab, "Kemudian jihad di jalan Allah'." Abdullah berkata, 'Rasulullah menerangkan perkara tersebut kepadaku. Sekiranya aku meminta tambahan kepadanya, maka niscaya beliau akan menambahnya untukku.'"

Shahih, disebutkan di dalam kitab Al Inua* (1197), (Bukhari, 9. Kitab Mawaqitush-Shalat, 5- Bab Fadhlus-Shalati li Waqtiha. Muslim, 1-Kitab Al Iman, hadits 137,138,139 dan 140)


2/2. Dari Abdullah bin Umar, dia berkata,

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

"Ridha Tuhan terletak pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Tuhan terletak pada kemurkaan kedua orang tua".

Hasan mauquf dan shahih marfu' didalam kitab Ash-Shahihah (515).


Mukadimah  

Posted by Admin

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan serta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kami dan keburukan perbuatan kami Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan-Nya maka tidak ada yang menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba'du.

Sesungguhnya nikmat Allah yang sangat besar dan taufiq-Nya yang diberikan kepada saya -bagi-Nya sanjungan dan pujian- adalah proyek saya yang signifikan, yang telah berlangsung lebih dari empat puluh tahun. Dalam usaha tersebut saya bekerja dengan penuh kesungguhan dan ketekunan tanpa mengenal lelah dan bosan, yaitu "Mendekatkan Sunnah ke hadapan umat Islam" dengan cara menghilangkan mata rantai sanad yang terdapat dalam kitab-kitab Sunnah dan membedakan sanad-sanad yang shahih dari sanad yang dha'if. Usaha tersebut telah membuahkan hasil dengan terbitnya kitab Mukhtashar Shahih Bukhari jilid I dan II, sedang jilid III-nya sedang dalam penerbitan. Pentahqiqan Mukhtashar Shahih Muslim karya Al Hafizh Al Mundziri telah diterbitkan beberapa kali, yang terakhir dicetak oleh penerbit Al Maktabah Al Islamiyah. Shahihul Jaami' Al Shaghir, Dha'if Janti' As-Shagfrir, Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Shahih Sunam Abu Daud, Shahih Sunan At-Tirmidzi, Shahih Sunan An-Nasa'i, Shahih Sunan Ibnu Majah, Dha'if Sunan Abu Daud, dan dha'if ketiga sunan berikutnya. Dengan penerbitan yang mengalami perubahan, perbaikan, dan penyajian yang kurang bagus dengan suatu kriteria yang tidak perlu dijelaskan sekarang. Hal tersebut yang mendorong kami untuk meneliti dan meluruskan kembali hal-hal yang berubah dari kitab-kitab tersebut setelah hak penerbitan dan penyebarluasannya berpindah kepada saya, yang didasarkan atas kesepakatan yang berlaku antara saya dengan Maktab At-Tarbiyah Al Arabi Al Khaliji. Hal itu dimaksudkan untuk persiapan penerbitan dengan model terbitan yang baru, dan perbaikan dengan sempurna atas izin Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Index B  

Posted by Admin

Indeks Al-Adabul Mufrad

Indeks  

Posted by Admin

Indeks hadits Al-Adabul Muferad


About  

Posted by Admin

About this blog